10+ Reasons of Why You Should Leave Your Heart in ISTANBUL / 10+ Alasan Kenapa Harus Meninggalkan Hatimu di Istanbul

Menetap di Turki selama 5 tahun dan merasakan 4 tahun tinggal di kota bekas ibukota 3 kekaisaran besar dunia: Ottoman, Roman dan Bizans merupakan pengalaman yang tak akan terlupakan bagi aku, mantan mahasiswa yang baru mendapatkan gelar sebagai “Bachelor of Science” dari jurusan Food Engineering- Istanbul Technical University. Tulisan ini sengaja aku buat untuk mengenang pengalaman-pengalaman pribadi selama tinggal di kota ini setelah meninggalkannya, dan bisa dibilang “I left my heart already in Istanbul”.

  1. Berada diantara Eropa dan Asia, keistimewaan Istanbul.

Ah Istanbul!!! Napoleon pernah berkata, ‘Jika ada ibukota dunia, maka Istanbul-lah yang pantas menyandangnya’. Perpaduan antara budaya Eropa dan Asia membuat Istanbul kaya akan pencampuran budaya, maka tak heran Istanbul pernah dinobatkan juga sebagai “ the Capital of Culture”. Disamping itu juga, demografis Istanbul memisahkan benua Eropa dan Asia oleh Selat Bosphorus, salah satu selat tersibuk di dunia yang membuat kota ini unik. Bahkan ada acara tahunan marathon dimana jembatan Bosporus bisa dilewati oleh pejalan kaki dan kita bisa melihat papan ‘Welcome to Asia’ atau ‘Welcome to Europe’ ketika melintasi batas kedua benua ini.

100_4735            *Ikon kota Istanbul, Masjid Biru di SultanAhmet area*

10886204_10202957590650614_1563124211_o

*Hagia Sophia dan Hagia Irene di Sultanahmet area*

  1. Istanbul, kota berbagai macam festival

Pada umumnya Turki memiliki 4 musim, musim semi panas gugur salju. Karena musim yang silih berganti, Istanbul pun memiliki banyak festival di setiap musim dari festival tulip hingga festival musim panas, dan yang paling terkenal dan paling ditunggu adalah festival tulip (Lale festivali) karena banyak tulip bertebaran menghiasi kota Istanbul. Oh ya, tulip yang memang berasal dari Turki, dulunya dibawa ke Belanda sehingga banyak yang mengira bahwa tanaman ini berasal dari negeri kincir angin. Festival lainnya ada di musim gugur, Istanbul blue night dimana didaerah jalan Istiklal dan distrik Ortaköy pada malam hari disulap menjadi jalan yang penuh dengan lampu biru dihiasi alunan music dari musisi-musisi lokal disetiap sudutnya. Jangan lupa untuk mengambil kacamata dan pernak pernik khas Istanbul blue night karena dibagikan secara gratis.

100_3081*Tulip festival di daerah Camlıca, salah satu puncak tertinggi di kota Istanbul*

blue*Istanbul Blue Night*

tulip*Tulip di taman Gülhane*

  1. Banyak cara murah mengusir ke-jenuh-an

Banyaknya aktifitas di kampus baik itu kuliah maupun rutinitas asrama/rumah kadang membuat kita sedikit jenuh. Tapi jangan salah, kalau kamu tinggal di Istanbul karena banyak cara untuk mengusirnya. Di Istanbul banyak sekali kafe yang bisa dibilang fancy yang kamu bisa kunjungi dengan hanya minum secangkir teh Turkish çay seharga 1-3 TL (1 Turkish Lira sekitar 5000 Rupiah). Dengan teh ini kamu bisa menghabiskan waktu sambil membaca buku atau menikmati pemandangan Istanbul. Jangan khawatir juga jika tiba-tiba setelah teh kamu habis pelayan langsung mengambil teh kamu karena memang budaya di Turki seperti ini, tetapi kamu nggak bakal diusir sama pelayannya, jadi tetap lanjutkan membacanya! :D Pilihan lainya adalah bisa keliling pakai kapal (vapur) dengan tarif sekitar 1,1 TL sekali jalan untuk pelajar atau membeli token, dan kamu bisa ganti-ganti jurusan kapal dengan tiket yang sudah dibayar tadi selama belum keluar dari pelabuhan (pier). Opsi lainnya bisa mencoba olahraga di outdoor, karena di Istanbul banyak tersedia taman-taman dan media terbuka hijau lainya yang bisa dimanfaatkan . Di taman-taman ini pula disediakan sarana untuk fitness dan ruang baca outdoor gratis. cafe

*Pemandangan dari café di daerah Bebek, tempat favorit untuk mengusir kejenuhan*

  1. Kalau di Barcelona punya La Ramblas, Istanbul punya Istiklal Caddesi

Istiklal Caddesi atau Jalan Istiklal merupakan salah satu tujuan favorit di Istanbul yang berlokasi di daerah pusat kota Taksim. Di sepanjang jalan ini banyak sekali pilihan toko-toko baju dari kelas menengah sampai atas seperti Zara, Pull and Bear, Mango, H&M dan merek lokal Turki seperti De Facto, Kigili, LC Waikiki dengan harga yang bisa dibilang jauh lebih murah dari di Indonesia. Jadi wajar kalau nggak hanya kaum hawa, kaum adam-pun banyak berkunjung kesini sekedar untuk belanja, apalagi pas summer atau winter sale (pengalaman pribadi, hehe). Disamping itu, Jalan Istiklal menawarkan berbagai macam tempat hangout unik dari restaurant/café nuansa Turki, Western atau Asia, dan disini juga banyak seniman yang nggak segan untuk melantunkan melodinya demi menghibur turis lokal dan internasional. Oh ya, jangan lupa untuk menjelajah jalan Istiklal dengan naik Nostalgic Tramway menggunakan ‘Istanbul Card’, kartu transportasi di Istanbul.

taksim*Hiruk-pikuk di Istiklal Street*

  1. Kembangkan potensi di kota ini

Kuliah di luar negeri dan takut nggak bisa mengembangkan potensi? Mending buang jauh pikiran itu karena di Istanbul bisa dibilang kota gudangnya untuk mengembangkan potensimu. Disini banyak organisasi baik itu yang dikelola anak-anak Indonesia seperti PPI Istanbul (Perhimpunan Pelajar Indonesia), GISBI (Gita Seni dan Budaya Indonesia) buat yang minat dibidang seni dan budaya Indonesia, atau RUHUM buat yang suka diskusi tentang masalah-masalah di Indonesia serta kemungkinan pemecahan masalah bersama dengan mahasiswa Indonesia di Istanbul. Ada juga kalau kamu minat menjadi relawan, bisa mengikuti IBB Istanbul Youth Assembly, Tugva Youth Foundation, dan masih banyak lainnya untuk mengisi waktu luang di weekend. Manfaatnya sangat besar dengan mengikuti banyak organisasi-organisasi ini, karena bukan hanya jaringan yang berguna buat nantinya, nambah teman, pengalaman-pengalaman seru serta bisa meningkatkan kemampuan komunikasi kamu. Disamping pengembangan bidang organisasi, selama tinggal di Istanbul jangan ragu untuk meluangkan waktu 1-2 jam mencari kemungkinan seminar, summit dan sejenisnya karena banyak banget kesempatan mengikuti acara-acara tersebut gratis, apalagi kadang dengan hanya menunjukkan kartu sakti-kartu tanda mahasiswa. Letak Istanbul yang sangat strategis juga sebagai keuntungan lebih diadakannya seminar dari yang membahas masalah pangan sampai masalah kesehatan, IPTEK, sosial, dan banyak lainnya. Oh ya, di Istanbul juga banyak tersedia kursus gratis buat pengembangan potensi diri, misalnya buat kamu yang minat belajar bahasa asing seperti Turki, Spanyol, Prancis, Jerman atau Arab dan juga kursus melukis, Ebru paper painting art, dan masih banyak lainnya yang disediakan oleh pihak pemerintah daerah secara GRATIS!.

  1. Banyak technical trip gratis

Keuntunganselain mengembangkan potensi di organisasi, selama di Istanbul banyak sekali tawaran untuk mengikuti technical trip yang nggak terbatas buat jurusan apa yang kamu tekuni sekarang. Sejauh ini, aku pribadi telah mengikuti lebih dari 20+ technical trips dari kunjungan ke pabrik pembuatan kereta bawah tanah dan tramway, pusat pengaturan informasi transportasi sampai ke pabrik pengelolaan sampah terpadu. Biasanya memang pihak universitas, ataupun organisasi dibawah pemerintah Istanbul seperti ICIST (Istanbul Center for International Student) atau Tekder (Teknik ve Eleman Derneği) yang mengatur kegiatan-kegiatan ini. Memang pemerintah Istanbul sejauh ini menaruh perhatian khusus kepada mahasiswa asing untuk mengembangkan potensinya nanti setelah kembali ke negara masing-masing melalui berbagi ilmu yang ada di Istanbul. Kegiatan-kegiatannya juga nggak hanya ke ranah ilmu eksak, tetapi juga ilmu sosial seperti kunjungan ke museum atau galeri.

100_1948*kunjungan dan workshop di pusat pengaturan transportasi bawah tanah Istanbul*

  1. Istanbul, pusat pertunjukan orkestra, seni, dan budaya internasional

Jadi inget pas waktu dulu kuliah di UGM, salah satu temen membagikan film dorama Jepang berjudulkan ‘Nodame Cantabile’. Sejak nonton film itu, entah kenapa aku jadi suka nonton dan dengar lagu orchestra dan pada saat sang aktor utama Chiaki tour de Europe, Istanbul masuk dalam salah satu daftar kunjungannya. Alhamdulillah selama tinggal di kota ini, banyak sekali kesempatan untuk nonton orkestra gratis di setiap musim. Untuk menjelajah keunikan budaya Turki-pun banyak juga acara lokal yang disajikan dalam nuansa khas Turki. Di kota ini juga setiap tahunnya banyak acara pertemuan budaya internasional (International Student Gathering) yang merupakan kesempatan unik menjelajah budaya khas tiap-tiap negara serta mendapat info langsung dari mahasiswa lokal asal negara itu.

IMG-20130325-00834*Tempat nonton orkestra favorit di CRR Konser Salonu*

ogrenci*Indonesian stand di 6th International Student Gathering- Istanbul*

  1. Istanbul, Centre de la cuisine

Siapa yang nggak kenal makanan khas Turki? dari kebabnya hingga dessert khasnya yang membuat negara Ini kaya akan berbagai macam makanan. Mungkin ini yang paling aku kangenin nanti ketika meninggalkan Turki, dari dessert baklava, künefe, güllaç, sütlaç dan kebab-kebabnya yang memang nggak ada duanya. ‘Kalau bosen dengan makanan Turki, apa solusinya?’ pertanyaan teman-teman di Indonesia yang sering ditanyakan ke aku. Tinggal di kota metropolitan Istanbul memudahkan kita, mahasiswa Indonesia untuk menjelajah kuliner khas belahan dunia lainnya, wajar kalau orang Turki-pun bilang ‘Istanbul’da herşey var’ (Semua ada di Istanbul). Dari kuliner asal China yang all you can eat, Thailand, Malaysia, Indonesia di Warung Nusantara, Uyghur, Arab, Lebanon, dan banyak lainnya yang pas dengan kantong mahasiswa (kecuali restoran Thailand yang membuat kita puasa dalam seminggu, hehe :D).

IMG-20131116-01761*Thai cuisine at Cok Cok Thai*

IMG-20140311-WA001

*Hang out with best friends*

  1. Bosen di Istanbul, Yuk ke Prince Islands!

Rutinitas kota yang bisa dibilang selalu macet, meskipun nggak semacet Jakarta karena paling tidak disini ada subway dan metrobus yang melaju tanpa hambatan. Walaupun demikian, banyak cara untuk menghindari kepenatan kehidupan kota, salah satunya ke Prince Islands (Adalar). Berjarak 1 jam dengan menggunakan kapal khusus dengan harga yang relatif murah, maka tak heran Adalar (yang berarti pulau-pulau dalam bahasa Turki) menjadi salah satu tujuan favorit di weekend untuk sekedar barbeque, atau bermain di pantai serta berkumpul dengan teman seperantaun. Adalar terdiri dari 3 pulau besar sama seperti the Gili’s di Lombok, ada pulau Büyük Ada, Heybeliada dan Kanalıada. Tujuan favorit sejauh ini masih Büyük Ada karena di pulau ini menawarkan berbagai fasilitas untuk piknik, berkuda serta private beach.

DSC_2540*Mengarungi selat Bosphorus dan laut Marmara menuju Prince Islands (Adalar)*

  1. My new family called ISSITU

Diterima di salah satu kampus terbaik di Turki yang berlokasi di Istanbul, Istanbul Technical University menjadi suatu pengalaman yang tak terlupakan bagiku. Kampus ini menjadi tujuan favorit mahasiswa berprestasi dari Indonesia, maka tak heran banyak mahasiswa Indonesia yang berkuliah di ITU. Selain PPI Istanbul, kami mempunyai organisasi sendiri intra kampus ISSITU (Indonesian Student Society in Istanbul Technical University), keluarga baruku di Istanbul. Berjumlah sekitar 42 orang dari berbagai jenjang S1, S2, S3 dan terdiri dari berbagai macam jurusan dari arsitektur, perencanaan kota, interior design, teknik pangan, teknik kimia ,teknik sipil dan lingkungan, teknik metalurji,penerbangan, pertambangan, komputer, serta ilmu alam membuat keunikan masing-masing dalam setiap individunya. Tetapi tetap, meskipun berbeda dan dengan keunikan masing-masing kami selalu kompak dan sepakat untuk menajdikan base camp khusus ISSITU yaitu perpus kiri, salah satu ruang di perpus utama Mustafa Inan. Well, meskipun terlihat serius, kegiatan ISSITU nggak hanya membahas masalah akademik atau masalah-masalah di Indonesia, Turki, dan dunia, melainkan banyak juga kegiatan non-akademik seperti piknik musim semi, masak bareng, nobar, futsal, basket dan renang yang merupakan kegiatan andalan ISSITU.

einter*Winter at ITU*

DSC_7931DSC_0578*ISSITU Family*

 Last but not least, masih banyak keuntungan-keuntungan lainnya tinggal di Istanbul yang membuat kita nantinya bisa bilang ‘I left my heart in Istanbul’. Tetap semangat belajar karena banyak jalan menuju Roma, dan gapailah impianmu!

The Story of Food Workshop in *GRiSTuF 2014

It is quite -almost old- piece of my writing, when I was as an Indonesian delegate to participate in one of best experience workshops on food. Hope this piece will help you figure the story of food out. Cekidot:

Monday, 23 June 2014

The introduction of the workshop was really a glimpse for participants and getting to know the workshop will be. Today in a very sunny day, the participants of ‘the story of food’ workshop are prepared for the bike tour towards 5 different stations. Participants get so excited about the today’s program will be. The first station which is reached in 10 minutes by bike from the info point is CSA, a Community Supported Agriculture. This CSA attracts the attention of participants because for some people it is a may come up as a first impression to know in city of Greifswald, they have such good community like CSA. The community based oriented to empower the local farmers to meet the needs of farm-products. However there are some problems that we altogether have to address about the land availability and the price of land which tends to increase sharply day by day. These two main problems that faced by the local farmers and a community like CSA have an impact on the way they will produce sustainable food for the members of community.

The second station to go is bit far away from the city which takes approximately 25 minutes by bike. The so-called Stadt-Land-Garten-Gruppe, a non-commercial agriculture. It is quite interesting where here the students initiated for such sort of program for educating people around that the agriculture should not be merely a commercial. Even in here, not only the students come to build a non-commercial agriculture, but also the community itself participates in the project.

After having such delicious vegetarian lunch, the next station is Weltladen, the shop which sells varieties of fair trade products. It is a good experience for us as a workshop group in the story of food to address issues related to the fair trade. We will really want to know how the fair trade works and the concept behind it. It is a good concept where the producers, distributors and the consumers get maximum benefit from the value of the food they obtained, still high price and lack awareness of people of fair trade are the global problems to be addressed.

The next station is an organic shop Sonnenmichel, it is impressive how the owner of the shop was a local farmer then he initiated to build a organic shop to meet the people’s daily needs and aware of the food safety as well. Then after we go to the food sharing community Umsonstladen, the idea was coming from the community which did not want to waste the food as it is still acceptable to consume. The shop is really nice and supported by the surrounding community in the city of Greifswald. The last station to go is Food coop, where this community has a very nice concept to provide healthy foods from organic foods for the members within community. Thus, members of food coop are aware of the consumption of organic foods for daily needs. It is ended here yet the information and knowledge we have got today will be for certain beneficial for our community in our country later on we go back home, as we expected.

foodcoop                                                         -Food Coop shop in Greifswald-

h

-The story of food workshop visits Stadt-Land-Garten-Gruppe-

 

  l-The story of food workshop participants visit Stadt-Land-Garten-Gruppe-

*Gristuf stands for Greifswald International Student Festival, it is a once-in-twoyear student festival which allows students all over the world to discuss and approach in practice for addressing current issues in various topics

ISFiT 2013: Global Trade ‘ I left my heart in Trondheim’ Pengalaman pertama di Negeri Viking, Norwegia (1)

Gambar

Wah ini pertama kalinya aku nulis blog lagi setelah 3 tahun ini disibukkan dengan urusan kuliah dan lain lain *menyibukkan diri tepatnya. Tahun ketiga ini memang lebih santai kayaknya dengan 23 kredit matakuliah jurusan, dan nggak kerasa waktu semakin cepat. Tulisan tentang ISFiT 2013 ini boleh dibilang expired karena acara ini tepat berlangsung setahun yang lalu, tapi entah kenapa memori selama di Norwegia masih membekas sampai sekarang bagi para ISFiTers, then we simply use the jargon ‘We left our heart in Trondheim’.

Sekilas tentang ISFiT yang merupakan acara 2 tahunan yang diikuti oleh berbagai pelajar dari berbagai belahan dunia  untuk berkumpul dalam tema yang telah ditentukan di kota bagian utara Norwegia yang terkenal sebagai kota pelajarnya Norwegia, Trondheim.  Kotanya memang mirip sih sama Jogja, tempat dulunya aku pernah mengenyam pendidikan S1 selama setahun, :D. Proses aplikasi ISFiT cukup ketat yang harus menyisihkan ribuan aplikasi calon peserta dari seluruh belahan dunia. Awalnya aku mendengar ISFIT dari kakak kelas UGM yang memang dari cerita beliau, acara ini bisa dibilang acara 2 tahunan yang cukup memberikan pengalaman yang sangat signifikan buat beliau. Pada waktu 2011 akhirnya aku mencoba peruntungan untuk mendaftar acara ini dan voila lolos aplikasi ISFiT yang pertama kalinya membuat aku tidak sabar untuk mengeksplor skandinavia. Tetapi Allah pada saat itu menginginkan jalan yang lain, pada saat yang sama aku diundang untuk mengikuti 14th World Business Dialogue di Jerman dengan beasiswa penuh. Ini mungkin yang pertama kalinya aku merasakan galau dan lagi saat itu memang bulan pertama aku tinggal di Turki untuk menempuh studi undergraduateku. Dan keputusan akhirnya jatuh ke acara di Jerman karena tahun kemarin aku lolos aplikasi 13rd World Business Dialogue tapi sayangnya nggak lolos buat dapet beasiswa penuh.  Harus nunggu 2 tahun lagi untuk aplikasi ISFiT tahun berikutnya.

Singkat cerita akhirnya tahun 2012 pun tiba dan aplikasi ISFIT dibuka untuk ISFiT 2013. Yah, inilah kesempatan emas itu buat aplikasi ulang acara yang sudah ditunggu-ditunggu. Awal November 2012 merupakan hari yang paling mendebarkan, karena itulah hari pengumuman kelolosan ISFiT. Tiba-tiba pada saat itu waktu menunjukkan pukul 12.37am dan HP tiba-tiba bergetar karena email masuk. Kira-kra emailnya berisi demikian “Dear RAHMAD SUPRIYANTO, Congratulations! You have been selected to participate in ISFiT 2013! You will be attending workshop 6 and Food . We truly believe that your participation will contribute uniquely to the festival, so we do hope that you will be able to attend.” Alhamdulillah, terimakasih ya Allah, Engkau beri aku kesempatan kedua untuk ke skandinavia dan kali ini aku lolos dari sekitar 5900 aplikasi dengan beasiswa penuh ke sana. Sungguh benar janji Tuhan dimana kalau kita mampu bersyukur, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kau dustakan(lagi)? (Q.S. Ar Rahman 23).

Hari pertama menuju penerbangan menuju Norwegia tepatnya penerbangan waktu itu dengan Air France transit di Paris dan take off  besok jam 6.35 am dari Ataturk Airport. Artinya aku harus nginap di bandara karena dormku yang cukup jauh dari bandara. Thanks to sahabat labil si Nurman yang rela nemenin nginep di bandara, dan mendadak ada sms dari adik kelas Ridwan yang berencana ke bandara dan kemudian kita nginep bareng-bareng di masjid bandara. Wah ternyata banyak traveller yang nginap di masjid bandara Ataturk, padahal udah taken tempat dari awal :s. Jam 4.30 am pun tiba da aku segera menuju check in counter dan voila Paris I’m coming again :D

Gambar

*menu sarapan seafood yang sudah dipesan dari Air France ke Paris CDG*

Jam 9.15am waktu Paris aku mendarat di ibukota Perancis ini. Ini kedua kalinya aku ke Negeri Napoleon dan Bienvenue a Paris menyambut suasana paris yang cerah pagi itu. Transit di Paris selama 6 jam yang aku habiskan dengan keliling antar terminal bandara Charles De Gaule yang ternyata luas banget.  Jam 4pm panggilan untuk boarding dari AF menuju oslo yang siap membawa kami ke Oslo Gardemoen Airport, Norwegia. Perjalanan memakan waktu 2,5 jam dan detik detik sebelum landing aku sempat terbangun dan melihat pemandangan  Oslo dari atas. Subhanallah, ini pemandangan yang sangat sangat awesome, akhirnya skandinavia!!!!!
Setelah baggage claim menuju pintu keluar dan disambut oleh panitia ISFiT. Ternyata disini banyak para ISFiTers yang telah menunggu untuk berangkat bersama ke Trondheim dengan bis shuttle yang disediakan oleh panitia ISFiT. Kerenn, banyak peserta dari Indonesia juga yang mewakili ISFiT tahun ini.

Perjalanan di bus menuju Trondheim yang memakan waktu sekitar 9 jam aku habiskan dengan tidur pulas karena semenjak kemaren malam belum tidur nyenyak. Pas waktu menunjukkan 7.15 am waktu Norwegia dan suhu -11oC waktu itu, bus kamipun tiba di Trondheim, kota kecil yang kental dengan suasana pelajarnya. Setelah proses pendaftaran dan aku pun dibawa ke tempat berkumpulnya workshop Health and Wealth (oh iya, karena sesuatu hal workshopku dipindah dari Food ke Health and Wealth, awalnya aku protes karena workshop Food is the most appropriate one for me, but suddenly I realized that Health and Wealth is the best!). Bertemu teman-teman dari seluruh penjuru dunia dan Arin, mahasiswi FK UNAIR yang kebetulan satu workshop dan kemudian bertemu Nisa FKM UI yang entah kenapa pas awal ketemu kita nggak pernah ngomong bahasa Indonesia, bahasa Inggris padahal udah saling tau kalau kita dari Indonesia, haha. Hari pertama pengenalan rasa khas makanan Norwegia, keju coklat yang rasanya bener-bener enak dan hari penjemputan oleh host. Semakin lama, semakin dikit jumlah peserta yang sudah dijemput oleh hostnya masing-masing. Dan entah kenapa tinggal aku doang yang belum dijemput, penasaran seperti apa ya hostku nanti, apa  sebuah keluarga yang samara? Dan ternyata Max, my workshop leader announced that He is my host. Ternyata dari tadi Max nungguin siapa yang namanya Rahmad Supriyanto, dia belum tau kalau nicknameku Riyan. Dan akhirnya kita menuju  apartemen Max yang letaknya sangat strategis dekat dengan sungai Nidelva yang terkenal itu. Apartemen Max dihuni oleh sekitar 4 orang dan berlantai 3. Ukuran kamar Max mirip sama kosanku di Jogja dan lebih kecil dari apatoku pas di Jepang. Hari ini agendanya Max bakal masakin Norwegian Pie,  dan bahan-bahan untuk Pie harus kita beli di REMA 1000 (minimarket andalan di Norway). Kesempatan buat belanja ini nggak aku sia-siain untuk survey harga bahan makanan pokok di Norway dan alhasil kesimpulannya harga susu coklat atau plain disini murah banget dan lagi harga salmonnya yang super duper murah. Karena saking sukanya lihat ekspresiku tentang harga salmon, akhirnya Max berinisiatif bikin Salmon Pie ala Norge. Wah lumayan cepet buat masak Salmon Pie yang aku Cuma bisa bantu motongin sayuran, tapi salut sama Max yang dia emang expert sebagai anak kos yang pinter masak. Salmon pie pun beyond my expectation. Setelah makan malam yang sangat mengenyangkan, akhirnya aku dan Max menuju studentersamfundet untuk plenary session of ISFiT dan ini pertama kalinya plenary session dibuka oleh Perdana Menteri Norway dan salah satu speaker yang cukup terkenal dalam kontribusi beliau dalam bidang kemanusiaan Dr. Vandana Shiva.

Gambar

*Salmon Pie ala chef Max Eckbo Oliver Hallqvist*

Gambar

*ISFiT plenary session by Dr. Vandan Shivan and PM of Norway*

Waktu pun  semakin larut sementara suhu diluar semakin dingin, time to go home and sleep. Tapi dikamar Max ini cuma ada satu tempat tidur dan sebelum tidurpun Max merapikan kasurnya untuk tempat tidurku dan dia berencana untuk tidur dibawah. Tapi ini kurang sopan banget untuk tradisi timur, tamu tidur diatas sementara hostnya tidur dilantai. Dengan debat yang cukup lama *lebay* akhirnya kita sharing tempat tidur yang seukuran tempat tidurku di dorm. Yang aku salut dari pemuda Norwegia ini, dia taat agama dan aktif di berbagai organisasi. Sampai-sampai pas sebelum tidur, dikala aku sholat isya, dia pasti menyempatkan diri untuk baca Bible. Jadi inget kalau nginep ditempat sahabat labilku Nurman yang kebiasaan hampir mirip Max setiap malam kalau dia baca Al-Quran. Pikirku, betapa Tuhan itu adil, aku selalu ditempatkan kepada orang-orang yang taat whatever they beliefs are. Dan kebiasaan inipun berlanjut dengan diskusi singkat, kalau di Turki pas nginep di tempat sahabatku ini kita selalu diskusi dengan topik-topik apapun sampai –sampai kita nyebutin aktivitas ini ‘diskusi malam’, dengan Max pun aku diskusi apapun itu tentang Norway dan sampai ke ranah agama.

Pagi itupun aku terbangun dan sesegera sholat subuh, waktu nunjukin jam 6.25am dan kerasa masih gelap banget, tapi Max udah turun kebawah buat nyiapin sarapan. Ternyata Max harus cepet-cepet ke studentersamfundet (tempat dimana ISFiters berkumpul), sementara aku harus kesana sekitar pukul 8.45am. Tiba-tiba meja makan pun penuh dengan sarapan ala Indonesia-Norge, kenapa? Karena disini ada nasi, omelette, saus Bangkok dan fiskekake (Fish Cake) atau pempek Norwegia aku menyebutnya, rasanya mirip pempek sih. Haha Thanks Max you know me so well :D . Jalan menuju ke samfundet pun sungguh menakjubkan, menelusuri sungai Nidelva dan disampingnya ada Nidelva church yang merupakan ikon kota ini. Di samfundet akupun bertemu peserta lain dalam satu workshop yang kemudian oleh arahan Mari dan Maren (workshop leader) kita menuju ke St. Olav hospital tempat kita akan melakukan workshop nantinya. Disini hari pengelenalan pun tiba, workshop leader kita ada 4M, Max Maren Marit Mari dan satu lagi yang berperan penting di logistic Halli. So we called them as 4M&H. Pengenalan hari pertama workshop pun ditutup dengan video tentang bubble systems yang dikenalkan oleh Hans Rosling. Setelah workshop, kamipun dipersilahkan untuk pulang ke rumah host masing-masing untuk persiapan opening ceremony dengan busana tradisional.

Gambar

*ISFiT Opening Ceremony*

Beckoned Trip to Germany

14 March 2011

Finally after such a long time waiting for getting free trip to Germany, my great dream. Today I am able to go there. Before going to Germany I was facing lot of simple and complicated problems. Issuing visa was so cruel, it took 13 days only for me becoz my nationality, but finally I could handle it.

I will depart from Izmir(Adnan Manderes Airport) to Cologne(Koln Bonn Airport) at 22:45. I begin check in 2 hours before departure then I enter the gate 1 hour prior to departure. I had chosen Sun Express as my flight to Koln because it was the best price to go. When I am sitting on plane’s chair I think about the plane. I will flight to Germany for about 3 hour, and here not any in-flight entertainment front of chair, just little big monitor. Haa I think it is the risk for getting cheap flight. J but think fully it is not so bad at all. I got delicious meals and also the service is good. Ha almost forgot that all flight to Germany with Sun Express may be just served in 2 languages on board, Turkish and Deutsch, so be aware if you don’t know both. :D

dinner@flight to Cologne

3 hours goes so quickly. I just watching over and I see Greece at the night, impressive!! Then I just was spending all time with log sleeping. J  after that I awake from my short sleep because of stewardess’s announcement about plane will landing in no time. I see around cologne over, and beautiful!!! Especially Rhein river, it so great!!!

After had a baggage claim I go to cologne airport station to take a train to Cologne Deutz where my hostel locate and I will stay there for 5 days later attending 14th World Business Dialogue. I make payment from this machine:

And this is my train ticket:

2hour to go!!!!

Waiting for the train, I was interested in walking around here. I see attractive photograph :

Is that so attractive and funny?? Haha

I also catch a picture of Germany’s bullet train :ICE trains which passing through.

Finally my train comes at punctual (think that here like Japan): so happy that Germany is really one of best country to go

Ya here I go

Just couples of minutes I go to Cologne Deutz Station. It is big enough, I walk to exit gate and see Asian ( they seem like backpacker, make me bit envy I still not experiencing on backpacking abroad, moreover they woman) yeah I should go next year. :D

Here the hostel. Committee seem work over the night, it is 3 am and they still work to arrange student participant..Congrats for them!! I have to hour to sleep, because I have to pray at 6am..

Alhamdulillah

Wah lama juga gak blogging.. sibuk dan menyibukkan diri,hehe :)

Alhamdulillah setelah penantian panjang akhirnya diterima di pilihan pertama : Istanbul Technical University – Faculty of Chemical and Metallurgical Sci, Food Engineering Department.

semoga nantinya ada waktu buat blogging..really miss blogging.. :)

Germany Visa Application (Schengen Visa)/ Aplikasi Visa Schengen di Kedutaan Jerman

Application for Schengen visaseemed to be difficult  at the first time, as some people ever shared. However, if your documents have been completed clearly enough, your application will go smoothly.

Applying Visa from Turkey is more complicated than Indonesia (for Indonesian nationals), I think. In Turkey (i’m living in İzmir) you have to make an appointment (randevu) by transfering money 23 YTL (around 11 euro) via Ziraat Bankasi 48553500-5001 which intended invoice for German consulate in İzmir. Please be aware that you had already told the teller about your payment destination for and right after transferring the money, you should call the consulate on 0-232-444 06 36 (Monday-Friday 08.00-18.00) and for Ankara/ Istanbul call 0-212-340-49 00 (Monday-Friday 08.00-18.00).

Moreover, following documents that you should prepare are :

  1. Passport
  2. Application Form (Free), you can download from www.Izmir-diplo.de or www.ankara.diplo.de or go to nearest consulate/embassy.
  3. 2 photographs with minimum 6 month ago and 45×35 mm size.
  4. Copy of your bank account statement.
  5. Copy of your Ikamet Residence (it is obligation also for foreigners)
  6. Copy of Öğrenci Belgesi(Information that telling details about your study here, for student only)
  7. Copy of your Bursu Belgesi (Scholarship Statement, if you have)
  8. Travel Health Insurance, All people who wish entering schengen countries must provide Insurance with bailed minimum 30.000 euro. In Turkey you will find privat insurance company like Anadolu Sigortası, Güneş Sigortası,etc.
  9. Invitation Letter. And,
  10. Booking Flight Information.

After providing such complete documents, please make sure about your appointment date and time (Randevu Tarihi), then prepare also for visa’s fee about 60 euro, in case they ask for it. After 2-10 days*, your visa will be issued.

*2 days for Turkish people, but for foreigners even take longer about 10 working days, like I did.

Residences outside of Izmir, you need additional 13 YTL and or 18 YTL charge (farther place) for transferring passport to your address. You will be asked for this fee when you arranging visa on Department of Visa by UPS cargo.

This information of which area that responsibility under the German embassy or consulates Izmir and Istanbul.

Consulate of Germany in Istanbul :

Balıkesir. Bilecik. Bolu. Bursa. Çanakkale. Düzce. Edirne. Eskişehir. Istanbul. Kırklareli. Kocaeliç Tekirdağ. Sakarya and Yalova

Consulate of Germany in İzmir :

Afyon. Antalya. Aydın. Burdur. Denizli. Isparta. İzmir. Kütahya. Manisa. Muğla and Uşak

Instead of regions that I have already mentioned above, becoming the responsibility of Germany Embassy in Ankara.

Hope this info will help your application and wish you a great journey to Europe :D

Turkish Government Scholarships 2011 ( Beasiswa Pemerintah Turki tahun 2011 )

Ini pengumuman yang diberitahukan lewat email :

Pemerintah Republik Turki menyediakan 70 (tujuh puluh) paket Beasiswa bagi Pelajar
dan Mahasiwa Indonesia untuk Tahun Ajaran 2011-2012 untuk belajar di
Universitas-Universitas Negeri di Turki dengan komposisi sbb:

1.       20 paket -  Kursus Bahasa Turki, batas akhir penyerahan aplikasi: 10 April
2011

2.       30 paket -  Program S1 (Bachelor), batas akhir penyerahan aplikasi: 1 Juni
2011

3.       10 paket -  Program S2 (Master's), batas akhir penyerahan Aplikasi: 1 Juni
2011

4.       10 Paket -  Program S3 (Doctorate), batas akhir penyerahan Aplikasi: 1 Juni
2011

Paket beasiswa yang ditanggung oleh Pemerintah Turki meliputi:

1.       Biaya Pendidikan

2.       Akomodasi (tempat tinggal/asrama)

3.       Biaya kesehatan (hanya untuk penyakit ringan, tidak termasuk operasi dll)

4.       Uang saku bulanan, biaya buku, tunjangan thesis untuk S1, S2 & S3.

Biaya perjalanan (TIKET pulang pergi Indonesia-Turki), biaya makan, dan biaya-biaya
selain no. 1-4 diatas, ditanggung oleh Penerima Beasiswa; atau, boleh menggunakan
Sponsor dari Pihak Penerima Beasiswa.

Seluruh aplikan harus datang sendiri ke Kedutaan pada saat mengajukan aplikasi
lengkap, tidak dikirim lewat pos, email atau fax.  Bawa serta original/ASLI
ijazah/sertifikat/dll untuk ditunjukan kepada Pihak Kedutaan.  

Formulir aplikasi terlampir diketik rapi dilampirkan dengan seluruh dokumen yang
diperlukan dan dikembalikan sebelum deadline diatas, melalui:

Kedutaan Besar Republik Turki 

Jl. HR Rasuna Said Kav.1 Kuningan

Jakarta  Selatan 12950

Senin- Jumat: 09:00 - 15:00

Attn: Ms. Lenny HAFEL

Dokumen yang diperlukan:

a)                     Bachelor's Degree Applicants

1.                    Diploma/Ijazah  (lampirkan copy ijazah & terjemahannya dalam
Bahasa Inggris)

2.                    Transcript Nilai (lampirkan copy transkrip & terjemahannya
dalam Bahasa Inggris)

3.                    Health report - General Check up ASLI terbaru (dalam Bahasa
Inggris dan Keterangan Berbadan Sehat dari Dokter dalam Bahasa Inggris)

4.                    TÖMER Turkish Diploma (If available) 

5.                    Photo 4 x 6 (berwarna, 1 lembar)

b)                    Master's/ Doctor's Degree Applicants

1.                    Diploma, /Ijazah  (lampirkan copy ijazah & terjemahannya dalam
Bahasa Inggris)

2.                    Transcript, (lampirkan copy transkrip & terjemahannya dalam
Bahasa Inggris)

3.                    Health report General Check up ASLI terbaru (dalam Bahasa
Inggris dan Keterangan Berbadan Sehat dari Dokter dalam Bahasa Inggris),

4.                    TÖMER Turkish Diploma (If available)

5.                    Recommendation Letters  (in English) from Rector of your
university

6.                    Photo  4 x 6 (berwarna, 1 lembar)

c)                     Turkish Language Summer Courses Applicants  (Periode Kursus:
July 1st to August 31st )

1.                    Diploma / Student certificate (lampirkan copy ijazah &
terjemahannya dalam Bahasa Inggris)

2.                   Health report, General Check up ASLI terbaru (dalam Bahasa
Inggris dan Keterangan Berbadan Sehat dari Dokter dalam Bahasa Inggris),

3.                   Photo 4 x 6 (berwarna, 1 lembar)

d)            PROGRAM RISET tidak diberikan kepada Indonesia untuk tahun ini.

Petunjuk untuk pilihan Universitas, silahkan search lewat Google, dengan keyword:
"List of State Universities in Turkey". (Pastikan universitas yang anda pilih adalah
Universitas Negeri karena Universitas Swasta tidak memberikan beasiswa)

1.       Bagi aplikan untuk Program Kursus Bahasa Turki: pilih UNIVERSITAS NEGERI,
hanya yang berada di kota: Ankara, Istanbul, Izmir, Bursa, Antalya, Samsun and
Trabzon)

2.       Bagi aplikan untuk Program S1,S2, dan S3: jurusan bebas (kecuali
Kedokteran), pilihan UNIVERSITAS NEGERI bebas di semua kota di Turki (Contoh
pengisian formulir aplikasi untuk pilihan universitas: the name of university:
ANKARA UNIVERSITY ; the name of faculty or institute: SOCIAL SCIENCE ; Department -
Main Branch of Science of Faculty or institute : INTERNATIONAL RELATIONS), ditambah
2 pilihan lain sesuai keinginan. Ini hanya contoh saja, pilihan 3 fakultas dan
Universitas Negeri yang dicantumkan dalam formulir aplikasi, tergantung pilihan
aplikan.

Pahami dengan teliti general requirements terlampir. Aplikasi yang tidak lengkap
dan/atau terlambat diterima oleh Kedutaan setelah batas waktu yang ditentukan
diatas, tidak akan diproses. 

Informasi selanjutnya dapat menghubungi email: Nurlenny.hafel@mfa.gov.trSalam,

Lenny HAFEL

Kedutaan Besar Republik Turki Jakarta

=============================
 formulir bisa didownload disini :http://digm.meb.gov.tr

–list of top universities in Turkey:

http://www.webometrics.info/rank_by_country.asp?country=tr&zoom_highlight=turkey