10+ Reasons of Why You Should Leave Your Heart in ISTANBUL / 10+ Alasan Kenapa Harus Meninggalkan Hatimu di Istanbul

Menetap di Turki selama 5 tahun dan merasakan 4 tahun tinggal di kota bekas ibukota 3 kekaisaran besar dunia: Ottoman, Roman dan Bizans merupakan pengalaman yang tak akan terlupakan bagi aku, mantan mahasiswa yang baru mendapatkan gelar sebagai “Bachelor of Science” dari jurusan Food Engineering- Istanbul Technical University. Tulisan ini sengaja aku buat untuk mengenang pengalaman-pengalaman pribadi selama tinggal di kota ini setelah meninggalkannya, dan bisa dibilang “I left my heart already in Istanbul”.

  1. Berada diantara Eropa dan Asia, keistimewaan Istanbul.

Ah Istanbul!!! Napoleon pernah berkata, ‘Jika ada ibukota dunia, maka Istanbul-lah yang pantas menyandangnya’. Perpaduan antara budaya Eropa dan Asia membuat Istanbul kaya akan pencampuran budaya, maka tak heran Istanbul pernah dinobatkan juga sebagai “ the Capital of Culture”. Disamping itu juga, demografis Istanbul memisahkan benua Eropa dan Asia oleh Selat Bosphorus, salah satu selat tersibuk di dunia yang membuat kota ini unik. Bahkan ada acara tahunan marathon dimana jembatan Bosporus bisa dilewati oleh pejalan kaki dan kita bisa melihat papan ‘Welcome to Asia’ atau ‘Welcome to Europe’ ketika melintasi batas kedua benua ini.

100_4735            *Ikon kota Istanbul, Masjid Biru di SultanAhmet area*

10886204_10202957590650614_1563124211_o

*Hagia Sophia dan Hagia Irene di Sultanahmet area*

  1. Istanbul, kota berbagai macam festival

Pada umumnya Turki memiliki 4 musim, musim semi panas gugur salju. Karena musim yang silih berganti, Istanbul pun memiliki banyak festival di setiap musim dari festival tulip hingga festival musim panas, dan yang paling terkenal dan paling ditunggu adalah festival tulip (Lale festivali) karena banyak tulip bertebaran menghiasi kota Istanbul. Oh ya, tulip yang memang berasal dari Turki, dulunya dibawa ke Belanda sehingga banyak yang mengira bahwa tanaman ini berasal dari negeri kincir angin. Festival lainnya ada di musim gugur, Istanbul blue night dimana didaerah jalan Istiklal dan distrik Ortaköy pada malam hari disulap menjadi jalan yang penuh dengan lampu biru dihiasi alunan music dari musisi-musisi lokal disetiap sudutnya. Jangan lupa untuk mengambil kacamata dan pernak pernik khas Istanbul blue night karena dibagikan secara gratis.

100_3081*Tulip festival di daerah Camlıca, salah satu puncak tertinggi di kota Istanbul*

blue*Istanbul Blue Night*

tulip*Tulip di taman Gülhane*

  1. Banyak cara murah mengusir ke-jenuh-an

Banyaknya aktifitas di kampus baik itu kuliah maupun rutinitas asrama/rumah kadang membuat kita sedikit jenuh. Tapi jangan salah, kalau kamu tinggal di Istanbul karena banyak cara untuk mengusirnya. Di Istanbul banyak sekali kafe yang bisa dibilang fancy yang kamu bisa kunjungi dengan hanya minum secangkir teh Turkish çay seharga 1-3 TL (1 Turkish Lira sekitar 5000 Rupiah). Dengan teh ini kamu bisa menghabiskan waktu sambil membaca buku atau menikmati pemandangan Istanbul. Jangan khawatir juga jika tiba-tiba setelah teh kamu habis pelayan langsung mengambil teh kamu karena memang budaya di Turki seperti ini, tetapi kamu nggak bakal diusir sama pelayannya, jadi tetap lanjutkan membacanya!😀 Pilihan lainya adalah bisa keliling pakai kapal (vapur) dengan tarif sekitar 1,1 TL sekali jalan untuk pelajar atau membeli token, dan kamu bisa ganti-ganti jurusan kapal dengan tiket yang sudah dibayar tadi selama belum keluar dari pelabuhan (pier). Opsi lainnya bisa mencoba olahraga di outdoor, karena di Istanbul banyak tersedia taman-taman dan media terbuka hijau lainya yang bisa dimanfaatkan . Di taman-taman ini pula disediakan sarana untuk fitness dan ruang baca outdoor gratis. cafe

*Pemandangan dari café di daerah Bebek, tempat favorit untuk mengusir kejenuhan*

  1. Kalau di Barcelona punya La Ramblas, Istanbul punya Istiklal Caddesi

Istiklal Caddesi atau Jalan Istiklal merupakan salah satu tujuan favorit di Istanbul yang berlokasi di daerah pusat kota Taksim. Di sepanjang jalan ini banyak sekali pilihan toko-toko baju dari kelas menengah sampai atas seperti Zara, Pull and Bear, Mango, H&M dan merek lokal Turki seperti De Facto, Kigili, LC Waikiki dengan harga yang bisa dibilang jauh lebih murah dari di Indonesia. Jadi wajar kalau nggak hanya kaum hawa, kaum adam-pun banyak berkunjung kesini sekedar untuk belanja, apalagi pas summer atau winter sale (pengalaman pribadi, hehe). Disamping itu, Jalan Istiklal menawarkan berbagai macam tempat hangout unik dari restaurant/café nuansa Turki, Western atau Asia, dan disini juga banyak seniman yang nggak segan untuk melantunkan melodinya demi menghibur turis lokal dan internasional. Oh ya, jangan lupa untuk menjelajah jalan Istiklal dengan naik Nostalgic Tramway menggunakan ‘Istanbul Card’, kartu transportasi di Istanbul.

taksim*Hiruk-pikuk di Istiklal Street*

  1. Kembangkan potensi di kota ini

Kuliah di luar negeri dan takut nggak bisa mengembangkan potensi? Mending buang jauh pikiran itu karena di Istanbul bisa dibilang kota gudangnya untuk mengembangkan potensimu. Disini banyak organisasi baik itu yang dikelola anak-anak Indonesia seperti PPI Istanbul (Perhimpunan Pelajar Indonesia), GISBI (Gita Seni dan Budaya Indonesia) buat yang minat dibidang seni dan budaya Indonesia, atau RUHUM buat yang suka diskusi tentang masalah-masalah di Indonesia serta kemungkinan pemecahan masalah bersama dengan mahasiswa Indonesia di Istanbul. Ada juga kalau kamu minat menjadi relawan, bisa mengikuti IBB Istanbul Youth Assembly, Tugva Youth Foundation, dan masih banyak lainnya untuk mengisi waktu luang di weekend. Manfaatnya sangat besar dengan mengikuti banyak organisasi-organisasi ini, karena bukan hanya jaringan yang berguna buat nantinya, nambah teman, pengalaman-pengalaman seru serta bisa meningkatkan kemampuan komunikasi kamu. Disamping pengembangan bidang organisasi, selama tinggal di Istanbul jangan ragu untuk meluangkan waktu 1-2 jam mencari kemungkinan seminar, summit dan sejenisnya karena banyak banget kesempatan mengikuti acara-acara tersebut gratis, apalagi kadang dengan hanya menunjukkan kartu sakti-kartu tanda mahasiswa. Letak Istanbul yang sangat strategis juga sebagai keuntungan lebih diadakannya seminar dari yang membahas masalah pangan sampai masalah kesehatan, IPTEK, sosial, dan banyak lainnya. Oh ya, di Istanbul juga banyak tersedia kursus gratis buat pengembangan potensi diri, misalnya buat kamu yang minat belajar bahasa asing seperti Turki, Spanyol, Prancis, Jerman atau Arab dan juga kursus melukis, Ebru paper painting art, dan masih banyak lainnya yang disediakan oleh pihak pemerintah daerah secara GRATIS!.

  1. Banyak technical trip gratis

Keuntunganselain mengembangkan potensi di organisasi, selama di Istanbul banyak sekali tawaran untuk mengikuti technical trip yang nggak terbatas buat jurusan apa yang kamu tekuni sekarang. Sejauh ini, aku pribadi telah mengikuti lebih dari 20+ technical trips dari kunjungan ke pabrik pembuatan kereta bawah tanah dan tramway, pusat pengaturan informasi transportasi sampai ke pabrik pengelolaan sampah terpadu. Biasanya memang pihak universitas, ataupun organisasi dibawah pemerintah Istanbul seperti ICIST (Istanbul Center for International Student) atau Tekder (Teknik ve Eleman Derneği) yang mengatur kegiatan-kegiatan ini. Memang pemerintah Istanbul sejauh ini menaruh perhatian khusus kepada mahasiswa asing untuk mengembangkan potensinya nanti setelah kembali ke negara masing-masing melalui berbagi ilmu yang ada di Istanbul. Kegiatan-kegiatannya juga nggak hanya ke ranah ilmu eksak, tetapi juga ilmu sosial seperti kunjungan ke museum atau galeri.

100_1948*kunjungan dan workshop di pusat pengaturan transportasi bawah tanah Istanbul*

  1. Istanbul, pusat pertunjukan orkestra, seni, dan budaya internasional

Jadi inget pas waktu dulu kuliah di UGM, salah satu temen membagikan film dorama Jepang berjudulkan ‘Nodame Cantabile’. Sejak nonton film itu, entah kenapa aku jadi suka nonton dan dengar lagu orchestra dan pada saat sang aktor utama Chiaki tour de Europe, Istanbul masuk dalam salah satu daftar kunjungannya. Alhamdulillah selama tinggal di kota ini, banyak sekali kesempatan untuk nonton orkestra gratis di setiap musim. Untuk menjelajah keunikan budaya Turki-pun banyak juga acara lokal yang disajikan dalam nuansa khas Turki. Di kota ini juga setiap tahunnya banyak acara pertemuan budaya internasional (International Student Gathering) yang merupakan kesempatan unik menjelajah budaya khas tiap-tiap negara serta mendapat info langsung dari mahasiswa lokal asal negara itu.

IMG-20130325-00834*Tempat nonton orkestra favorit di CRR Konser Salonu*

ogrenci*Indonesian stand di 6th International Student Gathering- Istanbul*

  1. Istanbul, Centre de la cuisine

Siapa yang nggak kenal makanan khas Turki? dari kebabnya hingga dessert khasnya yang membuat negara Ini kaya akan berbagai macam makanan. Mungkin ini yang paling aku kangenin nanti ketika meninggalkan Turki, dari dessert baklava, künefe, güllaç, sütlaç dan kebab-kebabnya yang memang nggak ada duanya. ‘Kalau bosen dengan makanan Turki, apa solusinya?’ pertanyaan teman-teman di Indonesia yang sering ditanyakan ke aku. Tinggal di kota metropolitan Istanbul memudahkan kita, mahasiswa Indonesia untuk menjelajah kuliner khas belahan dunia lainnya, wajar kalau orang Turki-pun bilang ‘Istanbul’da herşey var’ (Semua ada di Istanbul). Dari kuliner asal China yang all you can eat, Thailand, Malaysia, Indonesia di Warung Nusantara, Uyghur, Arab, Lebanon, dan banyak lainnya yang pas dengan kantong mahasiswa (kecuali restoran Thailand yang membuat kita puasa dalam seminggu, hehe :D).

IMG-20131116-01761*Thai cuisine at Cok Cok Thai*

IMG-20140311-WA001

*Hang out with best friends*

  1. Bosen di Istanbul, Yuk ke Prince Islands!

Rutinitas kota yang bisa dibilang selalu macet, meskipun nggak semacet Jakarta karena paling tidak disini ada subway dan metrobus yang melaju tanpa hambatan. Walaupun demikian, banyak cara untuk menghindari kepenatan kehidupan kota, salah satunya ke Prince Islands (Adalar). Berjarak 1 jam dengan menggunakan kapal khusus dengan harga yang relatif murah, maka tak heran Adalar (yang berarti pulau-pulau dalam bahasa Turki) menjadi salah satu tujuan favorit di weekend untuk sekedar barbeque, atau bermain di pantai serta berkumpul dengan teman seperantaun. Adalar terdiri dari 3 pulau besar sama seperti the Gili’s di Lombok, ada pulau Büyük Ada, Heybeliada dan Kanalıada. Tujuan favorit sejauh ini masih Büyük Ada karena di pulau ini menawarkan berbagai fasilitas untuk piknik, berkuda serta private beach.

DSC_2540*Mengarungi selat Bosphorus dan laut Marmara menuju Prince Islands (Adalar)*

  1. My new family called ISSITU

Diterima di salah satu kampus terbaik di Turki yang berlokasi di Istanbul, Istanbul Technical University menjadi suatu pengalaman yang tak terlupakan bagiku. Kampus ini menjadi tujuan favorit mahasiswa berprestasi dari Indonesia, maka tak heran banyak mahasiswa Indonesia yang berkuliah di ITU. Selain PPI Istanbul, kami mempunyai organisasi sendiri intra kampus ISSITU (Indonesian Student Society in Istanbul Technical University), keluarga baruku di Istanbul. Berjumlah sekitar 42 orang dari berbagai jenjang S1, S2, S3 dan terdiri dari berbagai macam jurusan dari arsitektur, perencanaan kota, interior design, teknik pangan, teknik kimia ,teknik sipil dan lingkungan, teknik metalurji,penerbangan, pertambangan, komputer, serta ilmu alam membuat keunikan masing-masing dalam setiap individunya. Tetapi tetap, meskipun berbeda dan dengan keunikan masing-masing kami selalu kompak dan sepakat untuk menajdikan base camp khusus ISSITU yaitu perpus kiri, salah satu ruang di perpus utama Mustafa Inan. Well, meskipun terlihat serius, kegiatan ISSITU nggak hanya membahas masalah akademik atau masalah-masalah di Indonesia, Turki, dan dunia, melainkan banyak juga kegiatan non-akademik seperti piknik musim semi, masak bareng, nobar, futsal, basket dan renang yang merupakan kegiatan andalan ISSITU.

einter*Winter at ITU*

DSC_7931DSC_0578*ISSITU Family*

 Last but not least, masih banyak keuntungan-keuntungan lainnya tinggal di Istanbul yang membuat kita nantinya bisa bilang ‘I left my heart in Istanbul’. Tetap semangat belajar karena banyak jalan menuju Roma, dan gapailah impianmu!


2 thoughts on “10+ Reasons of Why You Should Leave Your Heart in ISTANBUL / 10+ Alasan Kenapa Harus Meninggalkan Hatimu di Istanbul

  1. Assalamualaikum kak, saya mau tanya apakah saat kakak apply scholarshipnya melampirkan sertifikat toefl/sejenisnya ? Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s