ISFiT 2013: Global Trade ‘ I left my heart in Trondheim’ Pengalaman pertama di Negeri Viking, Norwegia (1)

Gambar

Wah ini pertama kalinya aku nulis blog lagi setelah 3 tahun ini disibukkan dengan urusan kuliah dan lain lain *menyibukkan diri tepatnya. Tahun ketiga ini memang lebih santai kayaknya dengan 23 kredit matakuliah jurusan, dan nggak kerasa waktu semakin cepat. Tulisan tentang ISFiT 2013 ini boleh dibilang expired karena acara ini tepat berlangsung setahun yang lalu, tapi entah kenapa memori selama di Norwegia masih membekas sampai sekarang bagi para ISFiTers, then we simply use the jargon ‘We left our heart in Trondheim’.

Sekilas tentang ISFiT yang merupakan acara 2 tahunan yang diikuti oleh berbagai pelajar dari berbagai belahan dunia  untuk berkumpul dalam tema yang telah ditentukan di kota bagian utara Norwegia yang terkenal sebagai kota pelajarnya Norwegia, Trondheim.  Kotanya memang mirip sih sama Jogja, tempat dulunya aku pernah mengenyam pendidikan S1 selama setahun,😀. Proses aplikasi ISFiT cukup ketat yang harus menyisihkan ribuan aplikasi calon peserta dari seluruh belahan dunia. Awalnya aku mendengar ISFIT dari kakak kelas UGM yang memang dari cerita beliau, acara ini bisa dibilang acara 2 tahunan yang cukup memberikan pengalaman yang sangat signifikan buat beliau. Pada waktu 2011 akhirnya aku mencoba peruntungan untuk mendaftar acara ini dan voila lolos aplikasi ISFiT yang pertama kalinya membuat aku tidak sabar untuk mengeksplor skandinavia. Tetapi Allah pada saat itu menginginkan jalan yang lain, pada saat yang sama aku diundang untuk mengikuti 14th World Business Dialogue di Jerman dengan beasiswa penuh. Ini mungkin yang pertama kalinya aku merasakan galau dan lagi saat itu memang bulan pertama aku tinggal di Turki untuk menempuh studi undergraduateku. Dan keputusan akhirnya jatuh ke acara di Jerman karena tahun kemarin aku lolos aplikasi 13rd World Business Dialogue tapi sayangnya nggak lolos buat dapet beasiswa penuh.  Harus nunggu 2 tahun lagi untuk aplikasi ISFiT tahun berikutnya.

Singkat cerita akhirnya tahun 2012 pun tiba dan aplikasi ISFIT dibuka untuk ISFiT 2013. Yah, inilah kesempatan emas itu buat aplikasi ulang acara yang sudah ditunggu-ditunggu. Awal November 2012 merupakan hari yang paling mendebarkan, karena itulah hari pengumuman kelolosan ISFiT. Tiba-tiba pada saat itu waktu menunjukkan pukul 12.37am dan HP tiba-tiba bergetar karena email masuk. Kira-kra emailnya berisi demikian “Dear RAHMAD SUPRIYANTO, Congratulations! You have been selected to participate in ISFiT 2013! You will be attending workshop 6 and Food . We truly believe that your participation will contribute uniquely to the festival, so we do hope that you will be able to attend.” Alhamdulillah, terimakasih ya Allah, Engkau beri aku kesempatan kedua untuk ke skandinavia dan kali ini aku lolos dari sekitar 5900 aplikasi dengan beasiswa penuh ke sana. Sungguh benar janji Tuhan dimana kalau kita mampu bersyukur, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kau dustakan(lagi)? (Q.S. Ar Rahman 23).

Hari pertama menuju penerbangan menuju Norwegia tepatnya penerbangan waktu itu dengan Air France transit di Paris dan take off  besok jam 6.35 am dari Ataturk Airport. Artinya aku harus nginap di bandara karena dormku yang cukup jauh dari bandara. Thanks to sahabat labil si Nurman yang rela nemenin nginep di bandara, dan mendadak ada sms dari adik kelas Ridwan yang berencana ke bandara dan kemudian kita nginep bareng-bareng di masjid bandara. Wah ternyata banyak traveller yang nginap di masjid bandara Ataturk, padahal udah taken tempat dari awal :s. Jam 4.30 am pun tiba da aku segera menuju check in counter dan voila Paris I’m coming again😀

Gambar

*menu sarapan seafood yang sudah dipesan dari Air France ke Paris CDG*

Jam 9.15am waktu Paris aku mendarat di ibukota Perancis ini. Ini kedua kalinya aku ke Negeri Napoleon dan Bienvenue a Paris menyambut suasana paris yang cerah pagi itu. Transit di Paris selama 6 jam yang aku habiskan dengan keliling antar terminal bandara Charles De Gaule yang ternyata luas banget.  Jam 4pm panggilan untuk boarding dari AF menuju oslo yang siap membawa kami ke Oslo Gardemoen Airport, Norwegia. Perjalanan memakan waktu 2,5 jam dan detik detik sebelum landing aku sempat terbangun dan melihat pemandangan  Oslo dari atas. Subhanallah, ini pemandangan yang sangat sangat awesome, akhirnya skandinavia!!!!!
Setelah baggage claim menuju pintu keluar dan disambut oleh panitia ISFiT. Ternyata disini banyak para ISFiTers yang telah menunggu untuk berangkat bersama ke Trondheim dengan bis shuttle yang disediakan oleh panitia ISFiT. Kerenn, banyak peserta dari Indonesia juga yang mewakili ISFiT tahun ini.

Perjalanan di bus menuju Trondheim yang memakan waktu sekitar 9 jam aku habiskan dengan tidur pulas karena semenjak kemaren malam belum tidur nyenyak. Pas waktu menunjukkan 7.15 am waktu Norwegia dan suhu -11oC waktu itu, bus kamipun tiba di Trondheim, kota kecil yang kental dengan suasana pelajarnya. Setelah proses pendaftaran dan aku pun dibawa ke tempat berkumpulnya workshop Health and Wealth (oh iya, karena sesuatu hal workshopku dipindah dari Food ke Health and Wealth, awalnya aku protes karena workshop Food is the most appropriate one for me, but suddenly I realized that Health and Wealth is the best!). Bertemu teman-teman dari seluruh penjuru dunia dan Arin, mahasiswi FK UNAIR yang kebetulan satu workshop dan kemudian bertemu Nisa FKM UI yang entah kenapa pas awal ketemu kita nggak pernah ngomong bahasa Indonesia, bahasa Inggris padahal udah saling tau kalau kita dari Indonesia, haha. Hari pertama pengenalan rasa khas makanan Norwegia, keju coklat yang rasanya bener-bener enak dan hari penjemputan oleh host. Semakin lama, semakin dikit jumlah peserta yang sudah dijemput oleh hostnya masing-masing. Dan entah kenapa tinggal aku doang yang belum dijemput, penasaran seperti apa ya hostku nanti, apa  sebuah keluarga yang samara? Dan ternyata Max, my workshop leader announced that He is my host. Ternyata dari tadi Max nungguin siapa yang namanya Rahmad Supriyanto, dia belum tau kalau nicknameku Riyan. Dan akhirnya kita menuju  apartemen Max yang letaknya sangat strategis dekat dengan sungai Nidelva yang terkenal itu. Apartemen Max dihuni oleh sekitar 4 orang dan berlantai 3. Ukuran kamar Max mirip sama kosanku di Jogja dan lebih kecil dari apatoku pas di Jepang. Hari ini agendanya Max bakal masakin Norwegian Pie,  dan bahan-bahan untuk Pie harus kita beli di REMA 1000 (minimarket andalan di Norway). Kesempatan buat belanja ini nggak aku sia-siain untuk survey harga bahan makanan pokok di Norway dan alhasil kesimpulannya harga susu coklat atau plain disini murah banget dan lagi harga salmonnya yang super duper murah. Karena saking sukanya lihat ekspresiku tentang harga salmon, akhirnya Max berinisiatif bikin Salmon Pie ala Norge. Wah lumayan cepet buat masak Salmon Pie yang aku Cuma bisa bantu motongin sayuran, tapi salut sama Max yang dia emang expert sebagai anak kos yang pinter masak. Salmon pie pun beyond my expectation. Setelah makan malam yang sangat mengenyangkan, akhirnya aku dan Max menuju studentersamfundet untuk plenary session of ISFiT dan ini pertama kalinya plenary session dibuka oleh Perdana Menteri Norway dan salah satu speaker yang cukup terkenal dalam kontribusi beliau dalam bidang kemanusiaan Dr. Vandana Shiva.

Gambar

*Salmon Pie ala chef Max Eckbo Oliver Hallqvist*

Gambar

*ISFiT plenary session by Dr. Vandan Shivan and PM of Norway*

Waktu pun  semakin larut sementara suhu diluar semakin dingin, time to go home and sleep. Tapi dikamar Max ini cuma ada satu tempat tidur dan sebelum tidurpun Max merapikan kasurnya untuk tempat tidurku dan dia berencana untuk tidur dibawah. Tapi ini kurang sopan banget untuk tradisi timur, tamu tidur diatas sementara hostnya tidur dilantai. Dengan debat yang cukup lama *lebay* akhirnya kita sharing tempat tidur yang seukuran tempat tidurku di dorm. Yang aku salut dari pemuda Norwegia ini, dia taat agama dan aktif di berbagai organisasi. Sampai-sampai pas sebelum tidur, dikala aku sholat isya, dia pasti menyempatkan diri untuk baca Bible. Jadi inget kalau nginep ditempat sahabat labilku Nurman yang kebiasaan hampir mirip Max setiap malam kalau dia baca Al-Quran. Pikirku, betapa Tuhan itu adil, aku selalu ditempatkan kepada orang-orang yang taat whatever they beliefs are. Dan kebiasaan inipun berlanjut dengan diskusi singkat, kalau di Turki pas nginep di tempat sahabatku ini kita selalu diskusi dengan topik-topik apapun sampai –sampai kita nyebutin aktivitas ini ‘diskusi malam’, dengan Max pun aku diskusi apapun itu tentang Norway dan sampai ke ranah agama.

Pagi itupun aku terbangun dan sesegera sholat subuh, waktu nunjukin jam 6.25am dan kerasa masih gelap banget, tapi Max udah turun kebawah buat nyiapin sarapan. Ternyata Max harus cepet-cepet ke studentersamfundet (tempat dimana ISFiters berkumpul), sementara aku harus kesana sekitar pukul 8.45am. Tiba-tiba meja makan pun penuh dengan sarapan ala Indonesia-Norge, kenapa? Karena disini ada nasi, omelette, saus Bangkok dan fiskekake (Fish Cake) atau pempek Norwegia aku menyebutnya, rasanya mirip pempek sih. Haha Thanks Max you know me so well😀 . Jalan menuju ke samfundet pun sungguh menakjubkan, menelusuri sungai Nidelva dan disampingnya ada Nidelva church yang merupakan ikon kota ini. Di samfundet akupun bertemu peserta lain dalam satu workshop yang kemudian oleh arahan Mari dan Maren (workshop leader) kita menuju ke St. Olav hospital tempat kita akan melakukan workshop nantinya. Disini hari pengelenalan pun tiba, workshop leader kita ada 4M, Max Maren Marit Mari dan satu lagi yang berperan penting di logistic Halli. So we called them as 4M&H. Pengenalan hari pertama workshop pun ditutup dengan video tentang bubble systems yang dikenalkan oleh Hans Rosling. Setelah workshop, kamipun dipersilahkan untuk pulang ke rumah host masing-masing untuk persiapan opening ceremony dengan busana tradisional.

Gambar

*ISFiT Opening Ceremony*


4 thoughts on “ISFiT 2013: Global Trade ‘ I left my heart in Trondheim’ Pengalaman pertama di Negeri Viking, Norwegia (1)

  1. Halo terimakasih sudah mau berbagi informasi, keren bgts, kalau boleh tahu apakah kamu mengikuti ISFiT dengan travel grant yang disediakan oleh committee? kalau iya, apakah boleh tau essaynya seperti apa?😀 thanks

    1. terimakasih sudah mampir. iya alhamdulillah dulu dapet travel grant. sayangnya kalau essaynya saya nggak bisa share. intinya usahakan essay se unik mungkin dan yakinkan mereka bahwa km layak dapet travel grant. best of luck!

  2. Keren sekali saya bacanya….
    Mau tanya, untuk essay travel grant, gimana triknya? Apakah kita sebaiknya menyatakan kalau kita tidak bisa datang kalo ga dikasih pihak sana, atau tetep menunjukan niat untuk berusaha cari duit jika tidak diterima grant.nya dll. Terima kasih

    1. usahakan essaynya seunik mungkin yg nggak monoton dan panitia tertarik buat undang km ke ISFıT nantinya. kalau aku kmrn tetep berusaha cari dana jika nggak diterima travel grantnya. usahakan apply travel grant yg sesuai kemampuan km, krn ISFıT organisasi non profit dan biasanya banyak peserta dr Indonesia yg ngajuin sponsorship jika travel grant nggak dpt. Sukses!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s